Sang Anak Gembala
Sebuah laman sederhana milik sang anak gembala dari daerah Pelas Kecamatan kras Kabupaten kediri. laman ini berisi renungan dan jejak langkah tiap hari yang selalu di lalui oleh penulis. sehingga mengabadikan momen adalah salah satunya. Walaupun tulisan ini tidak sempurna, maka penulis menyebutnya sebagai sebuah ampah kata. Semoga bermanfaat.
Suatu hari tepat pada bulan ramadhan ke enam, saya melaksanakan sahur di sepertiga malam dengan suasana dingin. Tak lama kemudian tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi berkumandang suara adzan yang bersaut dari beberapa masjid. Menggertak diri ini untuk melaksanakan sholat subuh. Sambil menahan mata pedih yang mengantuk, sehabis sholat subuh tubuh ini sudah tak sanggup lagi dan akhirnya pun saya meregangkan otot" dengan rebahan.
Tak terasa pun waktu sudah berlalu begitu cepat matahari ter porak poranda menyinari penglihatan ku dari jendela yang terbuat dari besi tembusan. Aku lihat langit sambil mengumpulkan nyawa dengan hembusan nafas beserta rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan nyawa ku kembali. ceklik klik klik suara dering hp dari samping kasur. Aku buka notif pesan yang berasal dari WA, "Hari ini matkul ya man teman jam 09". Pesan dari salah satu personil MD 4B, dengan berat hati aku terima pesan tersebut sejujurnya badanku ini masih amat sangat ingin rebahan tapi keadaan memaksa untuk aku bangkit bersama rumitnya dunia yang berada di sekitar.
Aku lanjut rebahan sampai terdengar ditelinga ku suara "nduk nduk ayo bangun, Pye to nduk ko turu ae " ucap umik ku pengasuh di pondok, dan seketika jantung, hati, lambung, urat, otot, mata dan kawan" tegang tergetak tepat pukul 07.34, umik mengajak aku untuk piket ndalem aku berusaha menolak sebab di Jam 09.00 aku udah berangkat untuk kuliah,,, karena beliau memaksa apalah daya ku yang kecil imut lucu ini aku pun ikut dengan beliau. Hingga akhirnya selesai pukul 08.15. Brok brok brok brok..... Aku dobrak" Pintu kamar mandi depan "mbak siapa? masi lamakah?", tanyaku. "masih", saut si mbak di kamar mandi. Aku langkahkan kaki ku menuju kamar mandi belakang. "Mbak mbak masih lama", tanyaku. "Lumayan" saut si mbak nya.
Dengan waktu yang pas" banget aku bergegas menuju kampus untuk masuk kelas Teknik Penulisan Naskah Dakwah yang di ampu oleh bapak dosen Prof. Ngainun Naim. Aku pilih salah satu kursi untuk duduk, sambil bercerita dengan teman" yang tak lama bertemu. Tidak lama kemudian dengan wajah asing masuk ke dalam kelas kami" assalamualaikum selamat siang anak- anak" sapa prof. Ngainun Naim. Di perkuliahan ini prof. Ngainun Naim terlihat profesional dalam mengajar kami. Sehingga aku merasa kagum sebab beliau memiliki banyak cipta tulisan yang beliau buat. Dan kuliah pun usai tak lupa beliau juga meninggalkan jejak tugas berupa menulis pengalaman di blog masing".

Komen sendiri aja kali ya wkwkwk
BalasHapus