PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM DI DESA PELAS KECAMATAN KRAS TAHUN 2023
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM DI
DESA PELAS KECAMATAN KRAS KEDIRI
PADA TAHUN 2023
Sekar Kholifah Ningtyas/ 1860311232034
Kelas Manajemen Dakwah 1B
Pendahuluan
Desa Pelas adalah sebagian desa dari wilayah Kecamatan Kras Kabupaten Kediri
yang nilai budaya adatnya sangat kental, perbatasan diantara Kediri – Tulungagung,
Kediri-Blitar.Namun nilai agama dari desa Pelas ini berada pada posisi bawah sebab
karena kurangnya pendidikan agama dan awamnya masyarakat di desa.Dari latar
belakang tersebut saya melakukan peneletian bertujuan untuk mengetahui bagaimana
proses masuknya islam di desa Pelas, serta mengenali perkembangan pemikiran dan
peradaban islam di desa Pelas.
Pemahaman yang kurang mendalam tentang perkembangan islam di desa Pelas
ini memberikan kombinasi antara orang awam dengan orang yang paham tentang
agama islam. Desa Pelas ini memiliki cara berkehidupan tersendiri tentang antara
keislaman dan masalah toleransi terhadap sesama warga masih kurangnya kerukunan,
sehingga sering terjadi percekcokan antar warga.Sering kali juga sebab kurangnya
ilmu keagamaan di desa Pelas sehingga terjadi kesalah fahaman di saat
beribadah.Disaat saya melakukan jamaah solat di masjid balai desa Pelas saya
menjumpai dan saya merasakan bahwa kita yang muda haus mengikuti apapun yang
dikatakan oleh orang yang lebih tua entah itu benar atau salah harus tetap
dilakukan.Namun karena adanya sebuah pondok yang didirikan oleh yai Bakar yakni
pondok Mambaul Hikam sehingga masyarakatnya tetap terkondisikan dengan
menganut beliau.Selain beliau juga ada beberapa yai yang di anut untuk mengajarkan
ibadah namun oleh masyarakat malah di anggap fanatik dan akhirnya mereka pun belum bisa sadar mengenai pentingnya perkembangan peradaban pemikiran islam
untuk masa depan desa agar lebih sejahtera dan tentram. Berikut ini biografi dari desa
Pelas :
Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan di tanah jawa yamg saat ini
menjadi pemukiman desa Pelas. Kerajaan-kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja.
Pada bagian tanah jawa tersebut berdirilah suatu kerajaan yang diberi nama kerajaan
Majapahit dan kerajaan Kediri.Pada zaman saat itu banyak sekali kerjaan di tanah
jawa yang mengalami kegaduhan sehingga banyaknya terjadi perselisihan antar
kerajaan- kerajaan bahkan berani mengangkat senjata antar kerajaan satu dengan
Kerajaan lain. Begitu juga dengan kerajaan Majapahit dan kerajaan Kediri. Karena
kerajan Majapahit ingin mengambil kekuasaan dari kerajaan Kediri. Banyak lah
terjadi penyusupan didalam kerajaan Kediri yang di lakukan oleh kerajaan
Majapahit,yang bermaksud untuk menyerang dan mencari kelemahan dari kerajaan
Kediri.
Rakyat yang berasal dari kerajaan Majapahit yang berhasil menyusup didaerah
kerajaan Kediri. Menakuti dan menantang rakyat yang tinggal di daerah Kediri dan
sekitarnya.Dan akhirnya pun terjadilah peperangan antara kerajaan Majapahit dan
kerjaan Kediri. Terjadilah peperangan yang lumayan lama antara kerajaan Kediri
dan kerajaan Majapahit. Banyak juga rakyat yang menjadi korban dari peperangan
tersebut. Dan berita peperangan tersebut tersampaikan Kepada kerajaan Kediri.
Karena terjadi peperangan tersebut kerajaan Kediri pun membagi menjadi dua
wilayah peperangan, yang pertama wilayah bagian desa Menang dan sebuah desa
yang menjadi perbatasan dengan desa lain,nah perbatasan tersebutlah dinamakan
dengan Desa Pelas yang saat ini berada pada kecamatan Kras kabupaten Kediri, Jawa
Timur, Indonesia. Desa Pelas merupakan salah satu desa yang terletak pada ujung
selatan di daerah kabupaten Kediri, berbatasan juga dengan kabupaten Blitar dan
berjarak kurang lebih sekitar 5 meter dari kecamatan ngantru kabupaten Kediri.
Mata pencaharian masyarakat desa Pelas ini rata rata sebagai petani dan juga
pedagang. Rata-rata dari nilai agama masyarakat desa Pelas ini menengah kebawah .
Dari zaman dulu sampai sekarang perkembangan agama islam masih sangat sedikit
entar itu dari kondisi masyarakat ataupun ekonomi kehidupan desa.Mulai dari sinilah tokoh yai yang berada di desa Pelas mengembangkan sedikit demi sedikit
agama islam yang berpengaruh dalam perkembangan pemikiran islam.
Metode Penelitian
1. Metode studi kasus di dalam peneletian ini saya mengungkap kasus mengenai
masyarakat di desa yang kurang nilai- nilai agamanya dan ke acuhan masyarakat
terhadap pentingnya sekolah beragama dan melalui metode ini dapat mengetahui
permasalahan dalam peneletian tersebut.
2. Metode observasi saya datang langsung ketempat dimana masyarakat melakukan
kegiatan sehari hari untuk mengembangkan pemikiran peradaban islam yakni
bertempat pada musholla ar- Rahman yang berada tepat dengan balai desa
Pelas.Obsevasi ini saya lakukan untuk melihat langsung kejadian sehingga saya
dapat menggambarkan dan menulis di dalam peneletian ini.
3. Metode wawancara saya bersilaturahmi kepada salah satu warga yang berperan
penting dengan kehidupan keaagamaan di daerah desa Pelas yakni dengan bapak
Syamsul yang beliaunya berperan sebagai imam sekaligus muadzin yang berada di
daearh musholla Ar-Rahman.Wawancara ini saya lakukan bertujuan untuk
mendapatkan informasi yang lebih mengenai perkembangan pemikiran islam di desa
Pelas.
PEMBAHASAN
Di desa Pelas ini banyak sekali sekolah sekolah formal yang berbasis Negri namun
sekolah yang berada di Desa ini kurang memperdalam masalah ilmu agama.
Namun terdapat salah satu pondok, pondok ini bernama pondok Mambaul Hikam.
Pondok ini berdiri sejak tahun nenek moyang sampai sekarang ini dulunya pondok
ini digunakan untuk suluk , karena metode pembelajaran suluk ini pengajaran kawak
maka sekarang di kembangkan menjadi pondok pesantren dan juga di bangun sebuah
madrasah diniah dan taman pendidikan Al-Quran untuk anak anak usia dini
Walaupun di desa Pelas ini masih belum berkembangan dengan keunggulan
tetapi semangat dari sebagian masyarakat sudah sangat bermanfaat untuk
pengembangan pemikiran peradaban Islam di desa Pelas.Desa Pelas ini kurang dikenal
oleh masyarakat desa lain sebab perkembangan desanya yang kurang maksimal dari
segi ekonomi maupun agama, namun desa pelas sangat terkenal dengan kekompakan
organisasi karang tarunanya.Ulama dan para yai di desa Pelas ini sangatlah
berkontribusi dalam menyebarkan agama islam di daerah desa Pelas dan memimpin
kegiatan keagamaan di desa Pelas. Di desa Pelas ini masih ada beberapa bangunan
kuno yang saat ini sebagai tempat maupun sumber mencari ilmu dan barokah, yang
menjadikan keagamaan di desa Pelas sebagian sudah kental karena pengaruh
peradaban islam yang dulu.
Sedangkan ada beberapa masyarakat yang masih rendah dengan ilmu pengetehuan
maupun ilmu keagamaan sehingga menghambat perkembangan peradaban islam di
desa Pelas ini. Sebab pemikiran warga yang kurang luas menjadikan ekstra dalam
mengembangkan islam di desa Pelas.Di desa Pelas mulai dari abad terdahulu hingga
sekarang masih tetap mempertahankan ilmu keislaman yang dibawakan oleh tokoh tokoh terdahulu. Dengan adanya perkembangan teknologi zaman semarang yang
semakin maju menjadikan warga tetap aktif dan semangat dalam mempertahankan
islam yang di ajarkan oleh tokoh tokoh keagamaan terdahulu. Dengan keunggulan-keunggulan teknologi yang maju, desa pelas tidak hanya mempertahankan warisan
islam di desa namun juga berusaha menghadapi zaman yang sangat canggih ini untuk
menciptakan metode pemikiran perkembangan Islam di desa Pelas.Dari perkembangan pemikiran dan peradaban islam di desa Pelas, menfokuskan
nilai nilai penting yang dapat memberikan wawasan yang lebih terhadap masyarakat
awam yang berada di sekitar mushola Ar- Rahman yang berada di balai desa Pelas.
Dengan mendalami perkembangan pemikiran dan peradaban di desa Pelas. Pemikiran
islam ini mengembangkan untuk menyadarkan masyarakat awam bahwa agama itu
butuh dengan ilmu-ilmu agama yang perlu di pelajari, bukan hanya sekedar ilmu yang
tanpa sumber harus tetap di yakini dan belum tentu benar ataupun salahnya.
Sebab tokoh-tokoh islam di desa Pelas kurang adanya ketegasan sehingga
masyarakat lebih berkuasa di dalam pemikiran politik sehingga pemikiran agama di
desa Pelas sangatlah lambat. Dan mulai sekarang sebab adanya beberapa masyarakat
awam yang bepergian untuk mencari ilmu dan di bawa pulang untuk di amalkan di
dunia masyarakat awam. Akhirnya desa Pelas pun mulai perkembang dari segi
pendidikan agama maupun pendidikan formal. Karena di desa Pelas di masyarakat
awam berpikir bahwa orang yang lebih tua harus di hormati dan di patuhi entah itu
benar atau salah harus tetap di patuhi.
Berikut ini beberapa usaha desa Pelas untuk memajukan perkembangan Islam ada
beberapa lembaga dan juga organisasi berikut :
1. Pondok Suluk
Yai bakar membawakan sistem perkembangan islam dengan cara membawakan
pembelajaran suluk untuk orang-orang tua agar saat memberikan pembelajaran
mengenai ilmu benar menurut tata cara agama. Jika ilmu di desa sudah benar
pengajarnnya maka pemikiran peradaban islam di desa akan berkembang secara cepat
dan pesat tanpa adanya pertikaian yang besar dengan masyarakat awam di desa
Pelas.Karena ilmu suluk ini hanya untuk orang-orang tua yang ingin fokus
membersihkan diri dari dosa-dosa yang dilakukan disaat muda.Selain itu suluk bisa
diartikan sebagai dzikir kepada allah swt. pondok suluk mengajarkan beberapa
metode pembelajaran seperti sorrogan, bandongan,halaqah dan biasanya juga terdapat
metode tahfidz
2. Pendidikan islam anak
Untuk pendidikan anak- anak yai bakar bersama saudara bekerjasama dalam
mendidik masyarakat- masyarakat awam. Karena kebanyakan dari mereka berumuran
bapak-bapak dan ibu-ibu, akhirnya untuk merubah pemikiran islam di desa Pelas yai
bakar dan saudara membangun tempat pendidikan islam seperti madrasah diniah,
taman pendidikan al-quran dan RA di desa Pelas. Di tempat pendidikan ini anak-anak
di ajarkan mengenai ilmu tauhid dan ilmu akhak. Menurut beliau ilmu ini sangat
penting untuk pemikiran dan peradaban perkembangan islam sebab keadaan
masyarakat yang awam di desa Pelas. Selain dari dua ilmu tersebut ada banyak lagi
ilmu yang diajarkan ada ilmu akidah,fikih , tafsir dan lain-lain.Metode yang diajarkan
oleh yai bakar untuk anak-anak diambil dengan metode dasar dalam mengaji.
3. Majlis Ceramah Masyarakat
Selain dari hal-hal tersebut yai Bakar bersama kelurahan berinisiatif dan
perhatian mengenai masyarakat awam di desa. Mereka melakukan majlis ceramah
yang untuk umum walau tidak begitu sering namun pihak kelurahan desa juga sudah
berusaha dalam pemikiran dan perkembangan islam di desa Pelas. Majlis ceramah
yang diambil bukan sembarang ceramah, tetapi diambil penceramah yang sifatnya
nonformal agar masyarakat dapat menerima dengan mudah.Dengan datangnya warga
yang menghadiri majlis ceramah ini maka masyarakat akan mendapatkan pahala
selain dari pahala hadir di majlis ceramah juga akan mendapatkan sebuah taman surga
Apa dari isi ceramah yang di sampaikan. Dengan ceramah ini dapat mengembangkan
pemikiran dan peradaban perkembangan islam di desa Pelas.
4. Karang Taruna
Karang taruna desa Pelas merupakan sebuah organisasi yang menjadi wada dari
partisipasi masyarakat sebagai mitra desa yang menjadi salah satu pemikiran dan
peradaban perkembangan islam di desa Pelas. Adanya karang taruna di desa Pelas
telah membantu dalam mencari dan membina potensi pemuda desa. Karang taruna desa Pelas juga dapat menjadi sebuah ajang penyaluran bakat,minat, dan hobi pemuda desa
Pelas. Karang taruna juga berperan aktif dalam hal keagamaan, dari mayoritas
penduduk desa Pelas orang muslim kepemudaan juga ikut mendukung kegiatan
keagmaan.Diharapkan juga dengan adanya karang taruna desa Pelas dalam kegiatan
keagamaan menjadikan para pemuda mempunyai nilai-nilai agama yang lebih. Di
dalam taruna ini juga terdapat pembelajaran manajemen seperti misal jika terdapat
kegiatan maka akan dibentuk sebuah kepengurusan seperti ketua, wakil ketua,
bendahara dan sekertaris.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan pemikiran dan peradaban
perkembangan islam di desa Pelas. Desa pelas telah berusaha bekerja sama dalam
mengajarkan pentingnya dalam belajar agama dan menyadarkan sebagian masyarakat
awam yang telah jauh dari nilai-nilai agama.Melalui beberapa lembaga dan organisasi
yang didirikan oleh tokoh islam di desa Pelas.Dan dari kesadaran masyarakat juga.
Komentar
Posting Komentar